Press Release

DAHSYATNYA SEVENTEEN 20 TAHUN BERKARNYA

2019-01-17

 

RCTI sebagai televisi swasta pertama di Indonesia, menjadi rumah sekaligus saksi perjalanan karir para seniman dan musisi tanah air. RCTI juga menjadi wadah bagi karya-karya anak bangsa untuk mendapat tempat yang layak dan dapat dinikmati serta diapresiasi oleh masyarakat. Seventeen adalah salah satu dari sekian banyak musisi yang tiada henti mendedikasikan karyanya.

20 Tahun sudah Seventeen berkarya, lagu-lagunya yang menjadi hits seperti ‘Selalu Mengalah’, ‘Lelaki Hebat’, dan ‘Jaga Selalu Hatimu’ selalu menghiasi momen spesial pemirsa melalui layar kaca RCTI. Hal inilah yang mendorong RCTI mempersembahkan program khusus untuk mengenang dan mengapresiasi 20 Tahun Seventeen berkarya.

Musibah yang menimpa Seventeen akhir tahun lalu, merupakan duka mendalam bagi dunia hiburan tanah air. Tiga personil Seventeen, yaitu Bani (Bassis), Herman (Gitaris), dan Andi (Drummer) menjadi korban jiwa dalam musibah tsunami Selat Sunda dan hanya Ifan (Vokalis) yang selamat. Selain itu, Dylan Sahara (Istri dari Ifan) juga menjadi korban jiwa dalam musibah tersebut.

“20 tahun bukan waktu yang singkat untuk perjalanan karir sebuah band. Seventeen adalah salah satu band yang masih eksis dan selalu diperhitungkan untuk menjadi line up performer di setiap program-program spesial RCTI. Karya-karya mereka patut diapresiasi, semoga melalui program ini dapat menjadi sebuah bentuk apresiasi tertinggi dari kami (RCTI) dan teman-teman di dunia hiburan lainnya untuk Seventeen.” ucap Untung Pranoto, VP Production RCTI.

RCTI mempersembahkan Dahsyatnya Seventeen 20 Tahun berkarya yang digelar di Studio 14 RCTI, Jakarta mulai pukul 22.30 WIB tadi malam. Menampilkan musisi-musisi tanah air lainnya dengan membawakan lagu-lagu hits Seventeen, seperti Armada, Govinda, Pasha Ungu, Virgoun, Ahmad Abdul, Brisia Jodie, dan Calvyn Rainer.

Momen haru pun pecah ketika Pasha Ungu tak kuasa menahan air mata saat membawakan lagu berjudul ‘Kemarin’ dari Seventeen. “Seventeen dan Ungu sama-sama berjuang dari panggung kecil, dari mulai dulu formasi awal Seventeen hingga kini bisa berada di panggung-panggung besar, jadi sesama musisi saya sangat berempati dan sesama vokalis saya juga merasakan apa yang ifan rasakan, terlebih lagi saya juga pernah merasakan menjadi korban tsunami belum lama ini di daerah saya (Palu). Saya juga dekat dengan herman karena sama-sama berasal dari Palu. Kita sering ngobrol jika ada lagu baru kita satu sama lain.” ungkap Pasha Ungu sesaat sebelum bernyanyi di Dahsyatnya Seventeen 20 Tahun Berkarya.

Pada acara yang dipandu Raffi Ahmad dan Ayu Dewi ini hadir juga bintang tamu dari kerabat dan istri-istri personil Seventeen, serta sang vokalis, yaitu Ifan Seventeen yang menerima simbolis penghargaan 20 Tahun Seventeen Berkarya. “Seventeen berterima kasih kepada RCTI karena kita sudah menerima penghargaan yang begitu besar. Aku masih ingat program TV pertama yang Seventeen isi pada saat promo lagu ‘Selalu Mengalah’ pada 2008 itu adalah Dahsyat di Surabaya. Terima kasih banyak buat keluarga, sahabat, dan kawan Seventeen yang sudah memberikan support.” ucap Ifan saat berada dipanggung Dahsyatnya Seventeen 20 Tahun Berkarya.

 


More Press Release